Yogyakarta, 28 Desember 2012
Sejuta rasa kerinduan yang
kurasa, membuat tangan kecil ini bernari-nari. Menuliskan sepucuk surat untukmu
kawan. Mengingat semua kenangan yang kita ukir bersama dengan indahnya alam ini.
Mengingat dendangan suara kita disaat-saat terakhir kita bersama. Bersama mengarungi
hidup selama 6 tahun ini. Namun, sekarang kita harus berpisah untuk menjalani
hidup kita masing-masing. Ini bukan karena keegoisan kita sendiri, tetapi
karena takdir-Nya. Takdir-Nya untuk membuat kita lebih dewasa, membuat kita
untuk lebih mengenal hidup yang sangat indah ini. Dengan orang-orang baru yang
telah ditunjuk oleh-Nya untuk menggantikan mu kawan. Walaupun, kau tak akan bisa
digantikan oleh siapa pun, tetapi setidaknya kehadiran orang-orang itu bisa
membuat kita lebih mengenal jati diri yang selama ini kita cari untuk masa
depan kita nanti. Membuat kita selalu bersyukur kepada-Nya atas segalah
limpahan cinta dan kasih sayang-Nya kepada kita.
Di sini seorang jiwa muda
sedang merindukan sebuah keluarga indah yang telah mengajarkan nya banyak hal
tentang hidup ini. Tentang sebuah arti hidup yang tak akan pernah ia lupakan
dan akan selalu tertanam di hatinya. Tentang sebuah arti ketegaran hidup yang
selalu membuat dia menerima apapun yang terjadi di dunia ini. Tentang sebuah
arti persahabat yang membuat dia menolong tanpa pamrih kepada orang lain. Jiwa
muda ini sedang mencari jati dirinya yang dulu pernah hilang karena ia
merindukan sebuah kawan yang selalu ada disaat ia butuh kapan pun. Ia mencari
jati diri baru dengan orang-orang lain yang mereka temui sekarang. Walaupun itu
tidak semudah kedengarannya, tetapi ia tak kan pernah menyerah hanya karena hal
sekecil itu. Baginya itu hanyalah sebuah cobaan hidup yang harus ia lakukan
dengan ketegaran yang pernah diajarkan oleh kawannya.
Mengenang semua masa-masa indah
kita dengan segala kebodohan, kegilaan, dan kegokilaan yang pernah kita perbuat
itu dapat sedikit menghilangkan kerinduan seorang jiwa muda ini. Bermain bersama
mengunjungi tempat-tempat indah kita dulu dan bertemu dengan seorang wanita
paruh baya yang umur nya sudah lebih
dari setengah abad yang setiap pagi harus mengayuh sepeda tua nya untuk
mengajarkan arti sebuah hidup dan kenangan-kenangan masa lalu kepada sekumpulan
anak manusia di almamater kita tercinta. Apakah kalian merindukan itu semua
kawan ? mungkin foto-foto ini dapat sedikit mengurangi kerinduan kita semua.
@tiara_indah25 - sepenggal kenangan yang tak terlupakan










Tidak ada komentar:
Posting Komentar